Minggu, 24 Juni 2007

Cewe umur 26 taun belum kawin?? OH SHIT!!! DEAR GOD HAVE MERCY!!!!!

Berbekal sebungkus rokok bikinan pabrik pilip moris, si saya kembali merilis sebuah tulisan ala kadarnya yang dapat memberikan pencerahan dan hiburan buat ibu bapak sekalian, sedot buavita leci anda, pasang lagu nya Lamb Of God yang berjudul Redneck dan repeat mode: on,

Ah ya sebaiknya saya ceritakan dulu sedikit asal muasal ide tulisan saya ini yah, terima kasih banyak buat Bu Amel, senior saya dulu di kampus, oh yah Bu Amel ini single sexy fabulous sodara2, jadi yah siapkan mantra2 bacotan manis anda jika anda berminat mendekati dirinya, saya jamin anda pasti gagal.... Karena perempuan ini bukan perempuan kebanyakan... maap2 saja..

Ya sudahlah, kita langsung saja jelang tulisan saya :

Cewe umur 26 taun belum kawin??
OH SHIT!!! DEAR GOD, HAVE MERCY!!!!!

Awal terbukanya mata gua itu waktu gua makan nasi padang di depan BNI Hasanudin, kebetulan pas gua makan ada cewe, temen kampus gua, entah knapa ni orang sok pede buka pembicaraan, nanya2 masalah cewe, ah yah..... karena gua orangnya sangat sopan dan baik hati walaupun sedikit merasa terganggu yah kan demi norma2 orang timur gitu yah, gimana gitu... kalo ga diladenin omongan yg kurang intelek macam gini, jadinya gua menelan penuh2 nasi sama kalio ayam yg dari rasanya umurnya udah 5 hari di baskom...

And I started listenin' to her yappin'

Dia nanya ama gua udah punya cewe apa belum, jawabannya jelas belum, yeah.... 6 taun ga pacaran, terus terang aje, dah agak lupa rasanya gimane...Nah yang lucu mah pertanyaan itu sebenernya trik dari dia supaya bisa numpahin bacodnya ke gua, ternyata oh ternyata si kepret satu ini memberikan pandangannya ama gua soal pasangan hidup,

"Yah gy, kalo udah umur segini mah, kita yang cewek2 ibarat pohon, nyarinya pohon yang dah berbuah...."

"ooh dah tajir maksud luh? Matre dong luh....bagus2.... good for you"

"Ya iyalah, lagian mesti cepet2, cewek kan umur2 kaya gua gini harus cepet kawin, udah 21 neh gue..."

"yeah2..."
....... hold on a sec, udah 21???

"Kalo cewe umur2 segua gini dah harus siap2 buat nikah, terus nyari yg dah mapan"

"yeah, itu kata elu..."

"Eh, emang gitu kali cewek mah"

Oke, mulai dari saat itu gua punya pandangan kalo para feminis yang suka demo2 di jalan menentang poligami lebih baik mengubah arah propagandanya ke kaum mereka sendiri, gua merasakan tekanan-tekanan yang perempuan rasakan dalam hidupnya diproduksi oleh kaum mereka sendiri..... Sisterhood?? yeah right....

Derita mampus para perempuan umur 26 taun yang masih single dikarenakan pandangan masyarakat dan pertanyaan2 nakal.... "Kapan kawin??" aih, mampus... saya turut berduka cita atas derita2 anda2 semuanya.... Terjepit diantara patuh pada konformitas budaya, impian, siklus fisiologis, menghasilkan anxiety berlebihan dan mulai menggoyahkan integritas anda terhadap pilihan2 yang telah anda tetapkan sebelumnya dalam hidup. Dan siapa yang bertanggung jawab atas kegelisahan anda?? Gua ga bisa kasih bukti secara empirik, tapi gua yakin seyakin yakinnya keyakinan gua bahwa musik metal tidak akan mati kalo kaum anda sendiri yang bertanggung jawab atas kegelisahan anda....

Yeah, aside from your parents.... Anggota keluarga besar anda yang paling usil bertanya pertanyaan sopan "Kapan kawin??" itu kebanyakan dateng dari gender sebelah mana? Oh satu lagi, teman2 anda coba deh, dari pihak gender mana?? Rekan kantor?? Yeah, face it, kebanyakan dari laki2 memang tidak peduli....Tapi siapa yang paling sering menorehkan luka ibarat luka tusuk dunia tsukuyomi-nya penyandang sharingan??

Jadi yah....saya turut prihatin.... buang jauh2 image super power independent female sisterhood bullshit.... ketika anda merasakan gejala2 pusing, dada sesak, keringat dingin dan kegelisahan masif mendengar pertanyaan "Kapan kawin??" Pilihan untuk anda adalah menjalani detik2 kegelisahan anda sambil menurunkan kriteria anda terhadap sosok pangeran tampan ideal anda, mungkin lupakan chemistry yang anda inginkan hadir menghiasi bahtera hubungan anda, those funny feeling in your tummy, mungkin lupakan itu semua, bergegaslah mencari pohon pisang yang sudah berbuah, kubur dalam2 impian masa kecil anda.... Atau anda kembali pada impian anda sebelumnya dan mencoba mengembalikan potongan-potongan rencana hidup anda yang baru ingin menikah di umur 30?? YAh asal siap aja dengan komentar2 mengasyikkan dari mulut manis rekan2 anda : "Wah, gila luh? Umur 30? Kasian anak lu nanti".....Yeah, you're not GOD, so shut your mouth...

Being 30 and single?? since when does it became a sin?? Bahwa menikah adalah salah satu keputusan yang paling pribadi... Dan atas dasar apa mereka mempertanyakan pilihan anda? Moral?? Kok saya sedikit kurang yakin, lebih nampak seperti keinginan kolektif dari orang2 aje, dasarnya cuma "Emang gitu kali harusnya, umumnya, lazimnya,..."

Dan ada apa dengan pandangan sinis mereka? Oh shit.... awas!!!...pandangan "Ih, si itu belum nikah" mengintai anda setiap saat, jadi siapkan diri anda kesetiap jamuan makan keluarga besar, acara kawinan junior waktu kuliah dulu, sukuran 7 bulan rekan kerja anda yang lebih muda, obrol2 para cewek2 karier di restoran dim sum, karena pertanyaan2 tajam most likely akan menyerang anda....

Maka dari itu saya berjanji untuk lebih berusaha mengerti kalian para perempuan yang tingkah laku anda kebanyakan terus terang saya tidak bisa ngertiin, karena saya tau perjuangan anda melawan ekspektasi2 masyarakat terutama kaum anda sendiri terhadap anda itu sangat banyak dan seringkali membuat anda manyun disaat PMS, mengingat beban anda pun sudah banyak....jadi yah,...saya akan lebih berusaha di masa depan.... Mohon maaf atas segala ketidaksopanan saya terhadap kaum anda di masa lalu, dengan ini saya mohon maaf secara resmi dan terbuka kepada seluruh perempuan di sekitaran kehidupan saya....MAAFKAN SAYA!!!

and I quote myself :
"tapi yah, pandangan ini banyak dimiliki cewe2 yg gua kenal, tekanan dari lingkungan memang brengsek, termasuk pandangan soal perempuan punya beban dobel didalam mahligai rumah tangga, tapi yah, siapa yang bisa menakar beban tanggung jawab kedalam satuan2 yang dapat dipertanggung jawabkan??

tapi punya pandangan seperti itu pun ga salah kalo gua bilang mah, setidaknya itu menandakan kalo lu orang yg bertanggung jawab dan sadar akan peran yang akan lu ambil pada saatnya nanti cincin kawin disematkan di jari manis sebelah kiri

Dan memang sebuah event perkawinan itu sepertinya sudah tertanam didalam benak kognitif sebagian besar perempuan, mungkin karena pola permainan gender kalian di masa kecil, rumah2an, masak2an, boneka bayi, film candy2, dan konsep tentang seorang putri cantik tinggal diatas menara tinggi yg disekap sama penyihir jahat, berdiam diri menunggu ksatria tampan berbaju zirah berkuda hitam (percaya gak kalo tren kuda putih is out, kuda hitam is in??) menyelamatkannya dan mengajaknya menikah di kastil dengan pesta perkawinan yang elegan dan syahdu...

makanya impian2 seperti ini kicks in lagi pas masa2 umur2 pertengahan 20an, sekali lagi terima kasih atas pandangan masyarakat bahwa umur2 sgini umur yang paling pas buat seorang perempuan,

Lu mau tau apa kata gua? I say FUCK IT!!! I say do whatever it is that you want in your goddamn life, dan jangan takut untuk punya sikap tentang apa yg lu yakini, ga semua orang akan jd hakim dan menjatuhkan vonis terhadap apapun yang lu yakini, beberapa dari kita akan bilang, 'you go girl', walaupun gua sebenernya sebel bgt ama istilah itu....shit lah..."

dan gua ga akan bilang
"tenang aja mel, kan lu cantik, ntar juga ada pasti prince charming yang dateng"

that's so not me, I'd rather say
"lu emang cantik dan punya qualities, tapi shit happens, jadi bersiap untuk yg terburuk"

Hell yeah..

Oh but I ain't going to call names
Or throw stones in a house of glass
You try me
-Redneck by Lamb Of God-





Tidak ada komentar: